Depag Tetap Bina Annadwah

Terkirim 7 September 2009 oleh ahmadnuriadi
Kategori: Pendidikan Sarolangun

SAROLANGUN–Departemen Agama Kabupaten Sarolangun tetap membina Pondok Pesantren Annwadwah, meski pimpinannya Ustad H Abdul Manan tersangkut kasus dugaan penipuan Ongkos Naik Haji (ONH) sejumlah warga Merangin dan Kota Jambi.
Bahkan kini, Ustad Manan sudah ditahan di Polres Merangin untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Lantas, bagaimana nasib pontren Annadwah saat ini? Apakah pontren tersebut masih bisa beroperasi?
Kepala kantor departemen agama (kandepag) kabupaten Sarolangun Drs H Armia Kadir Mpd, meski pada prinsipnya enggan berkomentar terkait dugaan kasus H Abdul Manan itu. Namun secara gamblang kepada Sarolangun Ekspres akhir pekan lalu ia mengatakan bahwa untuk operasional Pontren Annadwah tidak ada persoalan.
Artinya pontren tersebut tetap bisa beroperasi.
“Ya, Depag tidak mencabut izin operasionalnya. Pontren Annadwah tetap akan dibina,”kata Kakandepag.
Lebih lanjut kakandepag mengutarakan, dugaan kasus yang menimpa pimpinan pontren Annadwah H Abdul Manan itu sejauh ini baru dugaan, dan belum tentu benar. Kemudian meskipun seandainya nanti pihak pengadilan negeri menetapkan H Abdul Manan bersalah, namun tidak mempengaruhi operasioanl Pontren Annadwah.
“Kalau memang terbukti bersalah. Kemungkinan kita hanya akan minta pihak yayasan Annadwah mengganti pimpinannya saja,”ujar kakandepag.
Ditambahkan kakandepag, perlu diketahui bahwa yang tersandung kasus itu adalah oknum pimpinannya. Bukannya pontren Annadwah secara keseluruhan.
Apabila pontren dibekukan atau dicabut izin operasionalnya tentu sangat disayangkan. Karena pontren tersebut sudah menjadi bagian dari asset daerah dalam mencetak generasi muda yang Islami terutama generasi muda kabupaten Sarolangun.
“Ya, saya rasa tidak sejauh itu. Kasus H Abdul Manan tidak menjadikan operasional Pontren dihentikan,”kata Kakandepag menandaskan.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan aksi licik Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Anadwah Sarolangun, Kabupaten Sarolangun Ustad H Abdul Manan terus terungkap. Ternyata yang menjadi korban bukan saja calon haji di Kabupaten Merangin, tapi juga dari Kota Jambi.
Karena itu, kasus dugaan penipuan yang melibat dirinya tak hanya ditangani Polres Merangin, tapi juga Polda Jambi. Ustad yang tinggal di RT 9 Dusun Padang Biraw, Gunung Kembang Kecamatan Sarolangun ini juga dilaporkan 7 warga Kota Jambi ke Polda Jambi dengan tuduhan serupa yakni melakukan penipuan. Dari belasan korban, tersangka disebut-sebut telah meraup ratusan uang juta rupiah dari korbannya.(se5/Sarolangun Ekspres)

Hari ini Penerimaan CPNS Dimulai

Terkirim 12 November 2010 oleh ahmadnuriadi
Kategori: Sarolangun Membangun

SAROLANGUN-Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan pemkab Sarolangun 2010 hari ini Jumat (12/11) mulai di buka. Berdasarkan ketentuan, penerimaan CPNS dijadwalkan 12 hingga 26 November 2010. Jumlah formasi penerimaan CPNS pemkab Sarolangun ditetapkan sebanyak 281 orang, Meliputi tenaga tekhnis sebanyak 106 orang, tenaga guru sebanyak 105 orang dan kesehatan 70 orang.
Seiring dengan itu, pemkab Sarolangun melalui Badan Kepegawaian pendidikan dan pelatihan daerah (BKP2D) akan memajang pengumuman penerimaan CPNS tersebut di lima tempat. Diantaranya, di BKP2D, Dinas pendidikan (Disdik), Dinas kesehatan (dinkes), depan kantin PKK dan kantor pos Sarolangun. Selain itu, pengumuman di diekspose melalui media massa.
Kepala BKP2D Sarolangun, Sudirman SE ME, melalui Sekretaris Drs H Arsyad, membenarkan hal itu saat dikonfirmasi Koran ini, kemarin. “Iya, sesuai jadwal yang ada, besok mulai penerimaan CPNS,”katanya.
Selanjutnya, bagi pelamar yang akan memasukkan berkas lamaran dapat disampaikan melalui kantor pos dengan mengikuti mekanisme dan melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.
Sepertihalnya, cap pos masih pengirim (pelamar) masih dalam lingkungan Provinsi Jambi. Selain itu berkas lamaran dialamatkan ke pemkab Sarolangun bersamaan kode pos Sarolangun 37381 (cap pos).
“Pengiriman berkas lamaran harus cap pos terhitung 12 hingga 26 November,”katanya.
Seiring dengan itu, untuk diketahui beberapa persyaratan berkas lamaran diantaranya berkas lamaran ditulis tangan dengan hurup balok dan menggunakan tinta hitam. Lamaran dialamatkan kepada Bupati Sarolangun Cq Kepala BKP2D Sarolangun di Sarolangun. Dalam surat lamaran harus menyebutkan jabatan yang akan dilamar.
Kemudian, berkas lamaran harus melampirkan fotocopy ijazah terakhir yang telah dilegalisir pejabat berwewenang, photocopy KTP, Pasphoto hitam putih ukuran 3×4 cm sebanyak 3 lembar dan lain sebagainya. Disisi lain, untuk hasil seleksi bahan akan diumumkan pada 30 November. Selanjutnya, pengambilan nomor ujian pada 1 hingga 3 Desember. Sementara ujian dilaksanakan pada 5 Desember 2010. (se5/sarolangun ekspres)

Belum Tersentuh Listrik, Tunas Bakti dan Permil Gelap Gulita

Terkirim 10 November 2010 oleh ahmadnuriadi
Kategori: Sarolangun Membangun

SAROLANGUN-Dua dusun di Desa Kampung Tujuh Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG), masing-masing Dusun Tunas Bakti dan Dusun Permil hingga saat ini belum tersentuh listrik. Akibatnya, setiap malam kondisi dua dusun selalu gelap gulita hanya dengan penerangan seadanya.
Kepala Desa Kampung Tujuh, Badri, ketika ditemui harian ini di Dusun Berau Kampung Tujuh membenarkan kalau dua dusun di desanya belum tersentuh listrik, masing-masing Dusun Tunas Bakti dan Dusun Permil. Penduduk di dua dusun tersebut sekitar 140 kepala keluarga (KK). Jarak yang cukup jauh menjadi penghalang sehingga sampai saat ini kedua dusun belum tersentuh listrik.
‘’Jaringan listrik tak sampai ke sana, sebab jaraknya cukup jauh dari jalan lintas Batang Asai,’’ ucap Badri.
Diungkapkan Badri, sejak beberapa tahun silam, Pemkab pernah menjanjikan memberi bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pihaknya sendiri sudah memasukkan usulan terkait bantuan PLTS melalui Dinas Energi Sumberdaya Manusia (ESDM) Kabupaten Sarolangun.
‘’Pihak ESDM sudah pernah turun untuk melakukan survey, dan in formasi yang kami dengar bakal terwujud tahun ini,’’ sebut Badri.
Bantuan PLTS tersebut menurut mantan Ketua Pemuda Kampung Tujuh ini, sangat diharapkan masyarakat sebab merupakan kebutuhan paling urgen. Warga sendiri terang Badri, terus menanyakan perihal realisasi bantuan PLTS tersebut kepada dirinya.
‘’Warga terus menagih, sebab warga berasumsi jika sudah turun tim survey maka bantuan segera turun, namun kenyataan belum ada,’’ jelas Badri.(ANN)

Pantau Hewan Kurban, Disnakkan Bentuk Tim

Terkirim 3 November 2010 oleh ahmadnuriadi
Kategori: Sarolangun Membangun

SAROLANGUN-Tidak lama lagi Hari Raya Idul Adha 1431 Hijriah bakal segera tiba. Setiap peringatan hari Idul Adha selalu diiringi dengan pemotongan hewan qurban. Menjelang hari Raya Idul Adha 1431 Hijriyah, yang diperkirakan sekitar dua Minggu lagi, Pemkab Sarolangun melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) sejak beberapa hari terakhir intensif melakukan pengawasan terhadap ternak yang akan digunakan warga sebagai hewan kurban. Terutama ternak yang berasal dari luar kabupaten Sarolangun.Pengawasan ternak untuk hewan kurban, salah satunya difokuskan menyangkut kesehatan ternak. Hanya saja, sejauh ini pihak disnakkan menyebut terkait dengan itu tidak ada masalah. Dari pantauan mereka belum ditemui ada ternak masyarakat yang mengalami sakit dan lain sebagainya.
Hal itu dikatakan Kepala Disnakkan Sarolangun, Drs Sakwan, dikonfirmasi, kemarin.
Lebih lanjut Sakwan menjelaskan mengenai pengawasan ternak untuk hewan kurban itu, disnakkan telah membentuk tim yang beranggotakan sebanyak tujuh orang. Selain itu, untuk memantau kondisi ternak di masyarakat secara keseluruhan, Disnakkan melibatkan para PPL. Dalam mengawasi keberadaan hewan kurban di masyarakat, pihak disnakkan juga menerima pengaduan dari masyarakat.
“Kalau ada masyarakat yang merasa ternaknya atau pun hewan kurbannya sakit dan lainnya silahkan lapor ke disnakkan. Atau bisa juga melapor ke PPL setempat. Secepatnya laporan itu akan ditindak lanjuti,”katanya.
Selanjutnya, menyikapi keberadaan hewan kurban atau pun ternak yang ada di kabupaten Sarolangun jelang Hari Raya Idul Adha nanti, menurut Sakwan pada prinsipnya memang tidak ada masalah. Karena kebanyakan masyarakat untuk kebutuhan kurban menggunakan ternak lokal. Kemungkinan nanti terjadi permasalahan terkait hewan kurban yang berasal dari luar daerah.
“Kemudian, kalau saya mencatat untuk kebutuhan hewan kurban di Sarolangun yang paling banyak adalah ternak sapi dan kerbau,”paparnya.
Sementara itu, disinggung stok dan kebutuhan ternak untuk hewan kurban di Sarolangun jelang hari Raya, Sakwan juga menuturkan tidak ada masalah.
“Insya Allah, kebutuhan ternak di Sarolangun untuk hewan kurban, pada tahun ini aman,”tandasnya. (ANN)

Hewan Qurban

Hewan Qurban

Warga Kecewa, HUT Sarolangun Tanpa HBA

Terkirim 3 November 2010 oleh ahmadnuriadi
Kategori: Sarolangun Membangun

SAROLANGUN-Sejumlah warga dan tokoh masyarakat Kabupaten Sarolangun mengaku kecewa, sebab pada peringatan HUT Kabupaten Sarolangun ke 11 yang berlangsung di gedung DPRD Sarolangun Selasa (02/11) tanpa kehadiran Gubernur Jambi Drs H Hasan Basri Agus MM (HBA). Tak diketahui persis apa alasan sehingga mantan bupati Sarolangun tersebut tak hadir pada peringatan kabupaten kelahiran dan yang membesarkan namanya tersebut. Kehadiran Gubernur hanya diwakili Wakil Gubernur Jambi Drs H Fachrori Umar.
Sebelumnya, pada penilaian lomba P2WKSS tingkat provinsi Jambi di Desa Penegah Kecamatan Pelawan tanggal 28 Oktober yang lalu HBA juga batal hadir. Padahal HBA bersama isteri sudah dijadwalkan hadir dan masyarakat sangan menanti-nantikannya. Tapi kenyataanya HBA tak hadir.
‘’Apo HBA lah lupo dengan kito ko,’’ ciloteh salah seorang Warga.
Dalam sidang paripurna istemewa DPRD Sarolangun dalam rangka peringatan HUT Sarolangun Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra membacakan pidato resmi terkait hasil pembangunan Kabupaten Sarolangun. Dilanjutkan pembacaan pidato gubernur Jambi oleh Fachrori Umar.
Dalam peringatan HUT Sarolangun tersebut juga tak semeriah seperti biasanya, terbukti kursi undangan banyak yang kosong.(Ahmad Nuriadi)

KP2KP Beri Souvenir Untuk Bupati

Terkirim 2 November 2010 oleh ahmadnuriadi
Kategori: Sarolangun Membangun

SAROLANGUN-Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Sarolangun Senin kemarin (02/11) memberikan bunga dan souvenir kepada Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra. Penyerahan dilakukan langsung Kepala KP2KP Sarolangun Drs Yancik di pendopo arena MTQ komplek Perkantoran Gunung Kembang
Kepala KP2KP Sarolangun Drs Yancik, kepada harian ini mengutarakan, selain kepada bupati pihaknya juga membagi-bagikan souvenir kepada unsur Muspida serta kepada para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Sarolangun.
Menurut lelaki kelahiran Lubuk Linggau ini, bagi-bagi souvenir kepada kepala daerah, unsur Muspida serta pimpinan SKPD merupakan tindak lanjut dari hari Aksi Simpati Pajak pada Kamis 28 November yang lalu.
‘’Aksi Simpati Pajak serentak dilakukan diseluruh Indonesia, dengan membagi-bagikan souvenir kepada wajib pajak (WP) termasuk kepala daerah, serta tokoh masyarakat,’’ tandas Yancik.
Diungkapkan pria ini, bagi-bagi souvenir tersebut dilakukan sebagai bentuk ucapan terimakasih pihaknya kepada WP, atas kesetiaannya dalam menunaikan kewajiban membayar pajak.
‘’Kita juga berharap bagi WP yang belum melaksanakan kewajibannya untuk segera melakukan pembayaran pajak, sebelum masa yang ditetapkan habis, dan membuat NPWP serta menyerahkan SPT secara rutin,’’ sebutnya.
Pihaknya juga terang Yancik, siap menerima masukan maupun kritik serta saran, terkait pelayanan pajak yang diberikan KP2KP selama berada di Sarolangun.
‘’Kita siap menerima kritik maupun saran, kita juga siapa memberikan konsultasi perpajakan,’’ pungkas Yancik.(ANN)Dsr Yancik

Harga Sembako Tinggi, Pekerjaan Sulit

Terkirim 2 November 2010 oleh ahmadnuriadi
Kategori: Sarolangun Membangun

SAROLANGUN-Sebagian besar penduduk Kabupaten Sarolangun mengeluhkan tingginya harga sembilan bahan pokok (Sembako). Hal tersebut diungkapkan Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra, saat makan siang bersama sejumlah wartawan di Rumah Dinas Bupati komplek Pasar Bawah Senin kemarin (02/11).
Menurut Bupati, fakta tersebut didapatkan berdasarkan penelitian yang dilakukan pihknya terhadap lebih dari 500 penduduk yang tersebar diseluruh Kabupaten Sarolangun.
Selain mengeluhkan tingginya harga Sembako, masyarakat juga mengeluhkan sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Sehingga masyarakat berlomba-lomba untuk menjadi honorer dan PNS.
‘’Harga sembako yang tinggi dan mencari pekerjaan yang sulit dua poin tersebut merupakan keluhan utama yang ada di tengah-tegah masyarakat Sarolangun,’’ ucap Cek Endra.
Sebagai kepala daerah, terang pria kelahiran Mandiangin ini, pihaknya mempunyai kewajiban untuk mencari solusi terhadap dua persoalan tersebut. Untuk solusi tingginya harga Sembako, kedepan pihaknya akan berupaya meningkatkan daya beli masyarakat dengan cara peningkatan taraf perekonomian warga.
‘’Kalau untuk menurunkan harga itu cukup sulit, namun persoalan tersebut dipecahkan dengan meningkatkan daya beli masyarakat dengan penguatan taraf perekonomian,’’ tutur Endra.
Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat salah satu upaya yang dilakukan dengan perbaikan infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Sehingga daerah-daerah terisolir yang selama ini menjadi lumbung hasil pertanian dapat mendistribusikan hasil panen dengan lancer.
‘’Kalau jalan sudah normal, masyarakat Batang Asai, Bukit Bulan dan Sepintun bisa menjual harga karet dengan mahal,’’ ucapnya.
‘’Selama ini masyarakat pedalaman menjual hasil pertanian dengan harga yang tidak layak, karet hanya dihargai sekitar Rp 4 ribu per kilo, padahal di Sarolangun mencapai Rp 15 ribu,’’ cetusnya.
Jika infrastruktur memadai, jelas Cek Endra, distribusi bahan pokok ke daerah-daerah juga akan normal, sehingga harga tidak melambung.
‘’Kalau jalan normal, masyarakat pedalaman bisa membeli BBM dengan harga yang layak,’’ tandasnya.
Sedangkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, pihaknya akan berupaya membuka akses permodalan. Sehingga warga yang telah menyelesaikan pendidikannya bisa membuka lapangan pekerjaan sebab telah mempunyai modal.
‘’Kita akan dorong lagi penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sebab menurut informasi yang saya terima serapan KUR di Sarolangun sangat rendah dibawah 50 persen. Padahal beberapa bank seperti BRI sudah menyediakan dana untuk KUR ini, tapi realisasinya sangat rendah, itu yang perlu kita cari solusinya,’’ jelas Endra.
Meski masalah harga sembako dan lapangan pekerjaan yang menjadi keluhan masyarakat, bukan berarti Pemkab tidak memberi perhatian terhadap sektor-sektor lain, seperti masalah hukum, budaya, pariwisata dan sektor-sektor lain tetap menjadi perhatian Pemkab.
‘’Sektor lain juga tetap kita perhatikan,’’ sebut Cek Endra.(ahmad nuriadi)

HUT Sarolangun ke 11, Bupati Kumpulkan Wartawan

Terkirim 2 November 2010 oleh ahmadnuriadi
Kategori: Sarolangun Membangun

SAROLANGUN-Menjelang upacara peringatan HUT Kabupaten Sarolangun yang ke 11 yang akan dilakukan pada Selasa 02 November 2010, Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra mengundang seluruh wartawan liputan Sarolangun yang dikemas dalam acara makan siang bersama di rumah dinas Bupati Sarolangun, komplek Pasar Bawah pada Senin siang (01/11).
Usai makan siang, kemudian Cek Endra memberikan sambutan dan memaparkan seluruh hasil pembangunan yang telah dilakukan selama kepemimpinannya sekarang maupun sewaktu masih duet dengan H Hasan Basri Agus (HBA) yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jambi.
Menurut Cek Endra, memasuki usia kabupaten Sarolangun yang ke 11 tahun terutama selama kemimpinannya bersama HBA banyak terjadi perubahan di Kabupaten Sarolangun sehingga dibandingkan kabupaten pemekaran lainnya Sarolangun lebih maju. Terbukti beragam pengharagaan telah diterima, baik dari presiden, sejumlah menteri serta piala Adipura yang telah dua tahun berturut-turut direbut Sarolangun.
Selain itu jargon Sarolangun EMAS kini telah dikenal luas di Kabupaten Sarolangun, dimana program-programnya menyentuh langsung masyarakat seperti program bedah rumah (Bedrum) bantuan bibit karet, bibit sawit, bantuan ternak serta beragam bantuan lainnya. Selain itu program Gerakan Turun ke Sawah (Gerunwah) telah berhasil dicanangkan di kabuapten Sarolangun. Terbukti perluasan lahan persawan telah banyak dilakukan sehingga Sarolangun mengantongi status swasemabada beras.
Untuk tahun mendatang terang Endra, Pemkab akan berupaya melakukan peningkatan infrastruktur eperti jalan dan jembatan, sehingga tidak ditemui lagi daerah terisolir karena sudah mampu ditembus kendaraan roda empat dan pemasaran hasil pertanian tidak terganggu.(Ahmad Nuriadi)

PAD BPPTSP Over Target

Terkirim 28 Oktober 2010 oleh ahmadnuriadi
Kategori: Sarolangun Membangun

SAROLANGUN-Hingga September tahun ini Badan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (BPPTSP) sudah berhasil meraup pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perizinan sebesar Rp 995.655.500. Angka tersebut jauh melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 812.300.000.
Kepala BPPTSP Kabupaten Sarolangun Hazrian SE MSi, kepada harian ini mengakui kalau sejauh ini PAD BPPTSP sudah over target. Hasil tersebut dicapai mengingat tingginya antusias masyarakat dalam mengurus berbagai izin. Selain itu keberhasilan tersebut tak lepas dari kerja sama yang baik dan petugas KPPTSP yang terus melakukan jemput bola ke lapangan bagi para penunggak pajak. Jerih payak petugas di lapangan ternyata membuahkan hasil, hal ini terbukti hingga September 2010 sudah mencapai 122 Persen.
“Petugas kita jemput bola ke lapangan, dan kerja keras ini nampaknya tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang cukup lumayan,” sebutnya.
Sektor yang paling tinggi menyumbangkan PAD menurut Hazrian dari sector izin tower yang mencapai Rp 329.300.000. Kemudian disusul dengan surat izin pemborongan pekerjaan (SIPP) sebesar Rp 279.296.500. Serta izin HO (izin gangguan) Rp 151.787.000.
‘’Sedangkan untuk sektor yang lainnya, biasa-biasa saja, kami sangat optimis hingga Desember 2010 nanti PAD pada sektor perizinan bisa mencapai Rp 1,1milyar, dari 40 jenis perizinan yang bisa diurus disini,’’ ucapnya.
“Bagi para pengurus izin jangan ragu-ragu, kita tidak ada memungut uang sepeserpun dan semua pembiayaan sudah sesuai ketentuan, dan jika ada oknum pegawai yang meminta lebih agar dapat dilaporkan kepada kami, untuk ditindak tegas,” pungkasnya.(ANN)

Disebut Bernuansa Politis, Cek Endra Berkelit

Terkirim 27 Oktober 2010 oleh ahmadnuriadi
Kategori: Sarolangun Membangun

SAROLANGUN-Akhirnya Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra kembali melakukan perombakan kabinet. Sebanyak 20 pejabat eselon II dan III kemrin (27/10) dilantik.
Sepertihalnya, jabatan kepala Badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan daerah (BKP2D) Sarolangun. dalam beberapa waktu terakhir jabatan kepala BKP2D sempat dijabat pelaksana tugas (PLt) Ir M Basyari. Namun terhitung sejak pelantikan kemarin diisi oleh Sudirman SE ME (sebelumnya kepala DP2KD).
Selain itu, jabatan sekretaris dinas dukcapil (Dukcapil) pasca Alharis SSos yang hijrah ke pemprov, diisi H Hadani dari Disperindagkop. Kemudian, jabatan camat Bathin VIII diisi Hasan Najmi BA, sebelumnya dia sekcam Bathin VIII. Sebagaimana diketahui, jabatan camat Bathin VIII sempat lowong karena Camat Drs Hendrizal juga hijrah ke pemprov.
Seiring adanya pengisian kekosongan pejabat tersebut, dalam pelantikan kemarin juga terjadi proses promosi dan mutasi. Diantaranya, Muswarsyah SE MM, sebelumnya Asisten III Setda dilantik menjadi kepala DP2KD. Jabatan Asisten III setda selanjutnya diisi Ir Ahmad Surya ME, dari staf ahli bupati.
Drs M Aslami MZ, sebelumnya sebagai kakan kesbangpol Linmas dilantik menjadi kepala Dinas ESDM. Kepala Dinas ESDM yang lama Suhariadi SE dilantik menjadi staf ahli bupati. Drs Sarbaini, sebelumnya kabid prajabatan formal di BKP2D dilantik menjadi kakankesbangpol Linmas. Yang lebih menejutkan lagi HM Kuris yang sebelumnya menjabat Camat Singkut dan beberapa waktu terakhir gencar melakukan sosialisasi pencalonan Bupati Sarolangun 2011-2016 dicopot dari jabatannya.
Kuris digantikan Diro, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekcam Singkut. Sementara camat Singkut lama HM Kuris diperbantukan di BKP2KD alias nonjob.
Sementara, terkait dengan reshuffle pejabat tersebut ditengarai bernuansa politis. Hal itu langsung dibantah oleh bupati. “Tidak,.. orang yang dilantik tadi khan memang suatu kebutuhan karena ada jabatan yang kosong. Kemudian juga dalam rangka penyegaran kinerja,”sebut bupati sembari mengatakan hal itu sudah melalui berbagai proses dan pengkajian.(ahmad nuriadi nasution)
Pelantikan Pejabat

KP2KP Bagi-Bagi Bunga Untuk WP

Terkirim 27 Oktober 2010 oleh ahmadnuriadi
Kategori: Tak Berkategori

SAROLANGUN-Dalam rangka memperingati hari sosialisasi pajak tanggal 28 Oktober 2010, Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Sarolangun akan melaksanakan kegiatan Aksi Simpati Pajak.
‘’Besok (hari ini, red) kita akan melaksanakan kegiatan Aksi Simpati Pajak yang dimulai pukul 10.00 WIB. Acara tersebut berlangsung satu hari,’’ kata Kepala KP2KP Sarolangun Drs Yancik, ketika ditemui Sarolangun Ekspres, di ruang kerjanya, kemarin.
Menurut Yancik, kegiatan Aksi Simpati Pajak dilakukan serantak di seluruh Indonesia, sesuai dengan surat Direktur Jenderal Pajak dengan nomor SE-106/PJ/2010 tentang sosialisasi pajak tanggal 20 Oktober 2010.
Kegiatan Aksi Simpati Pajak dilaksanakan dalam bentuk kunjungan ke lokasi wajib pajak (WP) dan pejabat publik seperti Bupati, anggota DPRD, pengusaha serta tokoh masyarakat dengan membagikan setangkai bunga sebagai wujud ucapan terimakasih kepada wajib pajak.
‘’Kita juga akan membagi-bagikan souvenir, terutama bagi para pejabat publik, baik pejabat Pemkab maupun instansi vertikal seperti Kejaksaan, Pengadilan maupun Kepolisian,’’ sebut Yancik.
Dalam Aksi Simpati Pajak nanti, petugas pajak juga akan melakukan komunikasi perpajakan berupa testimoni mengenai pelayanan, saran perbaikan dan hal-hal yang menjadi harapan wajib pajak.
‘’Kita siap menerima kritikan dari wajib pajak. Kegiatan Aksi Simpati Pajak ini akan kita dokumentasikan dalam bentuk foto maupun video sebagai bahan laporan kita kepada Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi yakni melalui P2 Humas,’’ ucap Yancik.
Dengan kegiatan ini terang Yancik, merupakan ucapan terimakasih atas kesetiaan WP dalam membayar pajak. Dengan taat membayar pajak berarti masyarakat telah ikut mensukseskan pembangunan. Sebab dana pembangunan sebagian besar bersumber dari pajak.
‘’Dengan adanya pajak pembangunan dan roda pemerintahan bisa berjalan hingga saat ini,’’ ungkapnya.
Dengan kegiatan ini terang Yancik, semangat untuk taat mebayar pajak akan selalu muncul dari setiap wajib pajak. Dan bagi wajib pajak yang belum menjalankan kewajibannya, diharapkan segera melaksanakan kewajibannya dalam membayar pajak.(ahmad nuriadi nasution)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.