Harga Sembako Tinggi, Pekerjaan Sulit
SAROLANGUN-Sebagian besar penduduk Kabupaten Sarolangun mengeluhkan tingginya harga sembilan bahan pokok (Sembako). Hal tersebut diungkapkan Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra, saat makan siang bersama sejumlah wartawan di Rumah Dinas Bupati komplek Pasar Bawah Senin kemarin (02/11).
Menurut Bupati, fakta tersebut didapatkan berdasarkan penelitian yang dilakukan pihknya terhadap lebih dari 500 penduduk yang tersebar diseluruh Kabupaten Sarolangun.
Selain mengeluhkan tingginya harga Sembako, masyarakat juga mengeluhkan sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Sehingga masyarakat berlomba-lomba untuk menjadi honorer dan PNS.
‘’Harga sembako yang tinggi dan mencari pekerjaan yang sulit dua poin tersebut merupakan keluhan utama yang ada di tengah-tegah masyarakat Sarolangun,’’ ucap Cek Endra.
Sebagai kepala daerah, terang pria kelahiran Mandiangin ini, pihaknya mempunyai kewajiban untuk mencari solusi terhadap dua persoalan tersebut. Untuk solusi tingginya harga Sembako, kedepan pihaknya akan berupaya meningkatkan daya beli masyarakat dengan cara peningkatan taraf perekonomian warga.
‘’Kalau untuk menurunkan harga itu cukup sulit, namun persoalan tersebut dipecahkan dengan meningkatkan daya beli masyarakat dengan penguatan taraf perekonomian,’’ tutur Endra.
Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat salah satu upaya yang dilakukan dengan perbaikan infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Sehingga daerah-daerah terisolir yang selama ini menjadi lumbung hasil pertanian dapat mendistribusikan hasil panen dengan lancer.
‘’Kalau jalan sudah normal, masyarakat Batang Asai, Bukit Bulan dan Sepintun bisa menjual harga karet dengan mahal,’’ ucapnya.
‘’Selama ini masyarakat pedalaman menjual hasil pertanian dengan harga yang tidak layak, karet hanya dihargai sekitar Rp 4 ribu per kilo, padahal di Sarolangun mencapai Rp 15 ribu,’’ cetusnya.
Jika infrastruktur memadai, jelas Cek Endra, distribusi bahan pokok ke daerah-daerah juga akan normal, sehingga harga tidak melambung.
‘’Kalau jalan normal, masyarakat pedalaman bisa membeli BBM dengan harga yang layak,’’ tandasnya.
Sedangkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, pihaknya akan berupaya membuka akses permodalan. Sehingga warga yang telah menyelesaikan pendidikannya bisa membuka lapangan pekerjaan sebab telah mempunyai modal.
‘’Kita akan dorong lagi penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sebab menurut informasi yang saya terima serapan KUR di Sarolangun sangat rendah dibawah 50 persen. Padahal beberapa bank seperti BRI sudah menyediakan dana untuk KUR ini, tapi realisasinya sangat rendah, itu yang perlu kita cari solusinya,’’ jelas Endra.
Meski masalah harga sembako dan lapangan pekerjaan yang menjadi keluhan masyarakat, bukan berarti Pemkab tidak memberi perhatian terhadap sektor-sektor lain, seperti masalah hukum, budaya, pariwisata dan sektor-sektor lain tetap menjadi perhatian Pemkab.
‘’Sektor lain juga tetap kita perhatikan,’’ sebut Cek Endra.(ahmad nuriadi)